Keselamatan kerja erat hubungannya dengan peningkatan produktivitas. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) wajib diterapkan di seluruh organisasi untuk memastikan bahwa karyawan tetap dalam kondisi aman sepanjang waktu salah satunya penyediaan alat pelindung diri (APD). Salah satu faktor yang diduga menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan kerja adalah faktor manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kedisiplinan pemakian APD dengan kejadian vulnus appertum. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif, desain deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 36 orang, ukuran sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang di bagian divisi sawmill. Tekhnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu menggunakan kuesioner yang telah teruji validitasnya dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan uji Kendall tau-b untuk mengetahui ada tidaknya dan seberapa kuat hubungan antar variabel. Hasil uji signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000 (p<0,05) pada H1 dengan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kedisiplinan penggunaan APD dengan kejadian vulnus appertum dengan tingkat keeratan hubungannya sangat kuat. Faktor manusia memiliki peran besar dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Copyrights © 2021