Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus

Bahasa Tua dan Penutur Tua; Sebuah Cerita Dari Maluku Barat Daya

Dwiningsih, Santi (Unknown)
Agustini, Bhakti Lisanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Aug 2021

Abstract

Dalam Sekapur Sirih Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia Edisi Keenam, disebutkan bahwa bahasa adalah penjaga budaya, jika bahasa punah, maka budaya masyarakatnya pun bisa turut punah, itu karena bahasa menyimpan tata nilai budaya dalam berbagai wujud, yakni; kosakata, pantun, cerita rakyat, sejarah masyarakat setempat, mitos, legenda, tradisi lisan, dan ungkapan-ungkapan yang sarat dengan nilai etika serta moral (https://petabahasa.kemdikbud.go.id/sekapursirih.php). Indonesia sangat kaya bahasa daerah yang sarat dengan nilai-nilai budaya. Sayangnya, bahasa daerah di Indonesia sudah berada dalam posisi yang mengkhawatirkan dan hal itulah yang terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). MBD memiliki beragam bahasa daerah dan tradisi lisan, salah satunya berupa bahasa tua atau disebut juga dengan bahasa tanah. Kini, bahasa tersebut terancam punah karena semakin jarang dituturkan kecuali dalam ritual adat, dan karena jumlah penutur bahasa tanah semakin sedikit dengan usia yang terbilang tua. Mereka para penutur bahasa tanah adalah kaum marna (bangsawan) yang hanya diperkenankan mewariskan pengetahuan bahasa tanah tersebut kepada keturunan mereka yang juga berdarah marna. Ironisnya, proses pewarisan tersebut mandek, akibatnya, bahasa tanah semakin tersingkir. Oleh karenanya, pewarisan bahasa tanah harus segera diupayakan kembali, karena jika bahasa tanah punah, maka tata nilai serta budaya yang dikandungnya pasti turut punah. Artikel ini ditulis untuk memberi wawasan mengenai bahasa tanah yang ada di Maluku Barat Daya dan untuk mencaritahu apa upaya terbaik untuk menyelamatkannya.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

patrawidya

Publisher

Subject

Arts Social Sciences

Description

The Patrawidya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patrawidya Journal is published three times a year in April, August and December. The study of the Patrawidya Journal article is on the family of history and culture. The Patrawidya name came from a combination of two words ...