Agustini, Bhakti Lisanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bahasa Tua dan Penutur Tua; Sebuah Cerita Dari Maluku Barat Daya Dwiningsih, Santi; Agustini, Bhakti Lisanti
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 22 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.325

Abstract

Dalam Sekapur Sirih Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia Edisi Keenam, disebutkan bahwa bahasa adalah penjaga budaya, jika bahasa punah, maka budaya masyarakatnya pun bisa turut punah, itu karena bahasa menyimpan tata nilai budaya dalam berbagai wujud, yakni; kosakata, pantun, cerita rakyat, sejarah masyarakat setempat, mitos, legenda, tradisi lisan, dan ungkapan-ungkapan yang sarat dengan nilai etika serta moral (https://petabahasa.kemdikbud.go.id/sekapursirih.php). Indonesia sangat kaya bahasa daerah yang sarat dengan nilai-nilai budaya. Sayangnya, bahasa daerah di Indonesia sudah berada dalam posisi yang mengkhawatirkan dan hal itulah yang terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). MBD memiliki beragam bahasa daerah dan tradisi lisan, salah satunya berupa bahasa tua atau disebut juga dengan bahasa tanah. Kini, bahasa tersebut terancam punah karena semakin jarang dituturkan kecuali dalam ritual adat, dan karena jumlah penutur bahasa tanah semakin sedikit dengan usia yang terbilang tua. Mereka para penutur bahasa tanah adalah kaum marna (bangsawan) yang hanya diperkenankan mewariskan pengetahuan bahasa tanah tersebut kepada keturunan mereka yang juga berdarah marna. Ironisnya, proses pewarisan tersebut mandek, akibatnya, bahasa tanah semakin tersingkir. Oleh karenanya, pewarisan bahasa tanah harus segera diupayakan kembali, karena jika bahasa tanah punah, maka tata nilai serta budaya yang dikandungnya pasti turut punah. Artikel ini ditulis untuk memberi wawasan mengenai bahasa tanah yang ada di Maluku Barat Daya dan untuk mencaritahu apa upaya terbaik untuk menyelamatkannya.