Pengenalan ragam budaya melalui seni jika tidak disampaikan dengan metode yang baik akan menjadi ajang narsistik dan fanatisme terhadap kesenian dan budaya kelompok tertentu. Hal ini dapat menimbulkan gesekan-gesekan antar individu yang berbeda suku serta menimbulkan benih-benih konflik yang berujung pada perilaku yang tidak terpuji. Karakter siswa usia MI/SD yang polos, labil, impulsif dan egosentris yang cukup tinggi menyebabkan siswa belum memiliki sikap pengendalian diri yang baik. Sehingga rawan melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti menjelek-jelekan kesenian dan kebudayaan tertentu hingga berujung pada perilaku bulying. Seharusnya pengenalan ragam budaya melalui pembelajaran seni dirancang agar siswa mengakui ketepatan pandangan budaya yang beragam serta memiliki kebanggaan terhadap warisan budaya dengan berpegang teguh pada toleransi. Melalui pembelajaran seni berbasis multikultural siswa dilatih untuk tulus menghargai kekayaan seni dan budaya di Indonesia yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dengan sumber-sumber pustaka berasal dari arikel penelitian dan buku-buku yang relevan, jurnal terindeks nasional dan internasional. Teknik analisis data menggunakan analisi isi (conten analys). Instrumen penelitian mengguakan daftar chek list inventaris sumber sumber pustaka berdasarkan tahun terbitan, isi materi dan variabel penelitian.
Copyrights © 2021