Penelitian ini membahas campur kode bahasa Inggris di Twitter Indonesia. Campur kode adalah penggunaan dua bahasa atau lebih dengan memasukkan elemen-elemen bahasa yang satu ke bahasa yang lain, di dalam satu ujaran. Penelitian ini bertujuan mencari tahu tipe-tipe dan alasan campur kode dilakukan oleh para pengguna Twitter. Penulis menerapkan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data menggunakan teori Suwito (dalam Rianda, 2017), teori Saville-Troike (2003), dan teori Hoffman (dalam Rahmaniah, 2016). Pengamatan terhadap alasan campur kode ini murni berdasarkan analisis penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Indonesia melakukan campur kode tipe kata, frasa, klausa, dan hibrida. Selain itu, alasan dilakukannya campur kode di antaranya adalah membicarakan topik tertentu, mengutip orang lain, menunjukkan empati atau solidaritas, menjelaskan isi ujaran, mengungkap identitas grup, melembutkan atau menegaskan ujaran, adanya kebutuhan leksikal, dan membatasi audiens.
Copyrights © 2021