Peranan sistem informasi akuntansi dalam perbankan khususnya dalam hal pemberian kredit diperlukan untuk mendukung penyediaan transaksi yang handal dan akurat, memperkecil terjadinya redudansi data, menyediakan kapasitas penyimpanan data yang baik dan mudah diakses, mendukung pengambilan keputusan khususnya dalam melakukan analisis kelayakan kredit, serta mendukung pemrosesan data menjadi informasi yang berguna untuk pihak manajemen dalam bentuk jurnal, laporan dan dokumen. Setiap bentuk penyaluran kredit mengandung risiko kredit bermasalah. Non performa Loan (NPL) adalah suatu keadaan dimana nasabah tidak mampu membayar sebagian atau seluruh kewajibannya kepada bank sesuai kesepakatan. Risiko piutang tak tertagih merupakan masalah yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem informasi akuntansi dalam pengendalian piutang pada Bank SUMUT KCP Perbaungan. Metode yang digunakan oleh penulis pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu Tidak ada terdapat aplikasi khusus yang menangani piutang tak tertagih pada Bank SUMUT KCP Perbaungan. Tindakan yang diambil oleh Bank Sumut KCP Perbaungan dalam menangani masalah piutang tak tertagih yaitu hapus buku. Pada laporan keuangan piutang tak tertagih dihilangkan dari neraca.
Copyrights © 2022