Sumber informasi masa kini tidak hanya mengandalkan buku, jurnal, media audio, audio visual, dan dunia maya. Tetapi dapat memanfaatkan pemberitaan media massa yang berupa majalah, buletin, koran, dsb. Naskah ini memotret manfaat pemberitaan koran yang dikliping sebagai sumber dan media pembelajaran sejarah. Hal ini dengan dalih, mengurangi kebosanan peserta didik jika hanya belajar (sejarah) mengandalkan buku ajar juga meyakinkan peserta didik bahwa dinamika kehidupan yang dituangkan dalam pemberitaan koran dapat dijadikan sumber inspirasi menapaki masa depan. Pertimbangannya berdasarkan temuan United States Agency forInternational Development (USAID), kurang lebih sepertiga pelajaran yang diobservasi di kelas jenjang tingkat dasar hingga perguruan tinggi (PT) masih didominasi model ceramah. Hal itu berdampak proses belajar tak berjalan kreatif, tak efektif, dan tak menyenangkan. Metode pembelajaran sejarah di sekolah harus diubah/disesuaikan, jika tak inovatif, tak menyenangkan, dan membosankan peserta didik maka animo menjadi sejarawan semakin jauh harapan. Siswa tak hanya menghafalkan isi buku teks sejarah, tetapi perlu pula mengikuti dinamika kekinian, agar pemahaman terhadap latar belakang sejarah menjadi luas. Mata pelajaran sejarah harus disampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan dan tak harus secara konvensional di kelas. Metode pembelajaran meliputi pembelajaran aktif (active learning), pembelajaran berpusat pada anak (child-centered learning), dan pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Berbekal fasilitas dengan model langganan (abonemen) koran menunjang proses pembelajaran. Hal yang dapat dipetik, peserta didik terbiasa membaca dan mengidentifikasi pemberitaan koran. Dipilihnya koran dengan pertimbangan terbitnya harian dan pemberitaannya dinamis dan variatif. Dengan metode kliping koran diharapkan peserta didik tak jenuh dengan sumber yang monoton, sekaligus kliping didokumentasikan untuk bahan bacaan publik.
Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah dan Kliping
Copyrights © 2011