Madrasah diniyah di Kabupaten Kudus mempunyai peta yang cukup menarik. Dilihat dari sisi kuantitas, madrasah diniyah mempunyai jumlah terbesar (220 madrasah) dibanding jumlah madrasah pada masing-masing jenjang madrasah ibtidaiyah (135 madrasah), madrasah tsanawiyah (57 madrasah), madrasah aliyah (29 madrasah) dan pondok pesantren (101 pesantren). Dari 220 madrasah diniyah di Kudus, hanya ada 7 madrasah diniyah yang mempunyai jenjang lengkap dari ula, wustho dan ulya.
Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif pada tiga variabel, budaya organisasi dilihat dari sistem nilai dan model kepemimpinan. Indikator budaya organisasi diukur dari aspek-aspek yang meliputi: (1) menggunakan usaha fisik dan mental dalam pelaksanaan pekerjaan secara wajar (seperti orang bermain atau beristirahat), (2) kontrol eksternal dan encaman hukuman bukan alat satu-satunya untuk mencapai sasaran organisasi, (3) kesiapan berusaha secara bertanggung jawab dan tidak hanya menerima sesuatu saja, (4) pembagian yang luas antara individu dalam berimajinasi, ingenuitas dan kreatifitas, (5) potensialitas intelektual manusia umunya hanya dimanfaatkan sebagian. Sistem nilai dikriteriakan sebagai : (1) nilai merupakan suatu kepercayaan seseorang atau sekelompok orang yang meyakini baik atau tidak baik tentang sesuatu, (2) nilai bisa memberikan pemaknaan terhadap suatu obyek berupa benda, sikap, tindakan untuk dimaknai baik-buruk,
layak-tidak layak, pantas-tidak pantas dan sebagainya, dan (3) nilai bisa mempengaruhi persepsi seseorang terhadap apresiasi tertentu sehingga mempengaruhi obyektifitas tertentu karena seseorang dengan nilai itu akan mempunyai kecenderungan dalam perspektif nilai yang dianutnya. (4) nilai keikhlasan, pengabdian sosial, tanggung jawab, kasih sayang dan membina anak didik. Model kepemimpinan dilihat dengan kriteria (1) model kepemimpinan apakah model formal (formal models), model kolegial (collegial models), model politik (political models), model subyektif (subjective models), model ambiguitas (ambiguity models) dan model kultural (cultural models), (2) tipe kepemimpinan apakah direktif atau partisipatif.
Analisis dan pembahasan dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : (1) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa sistem nilai di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (2) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa kepemimpinan di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (3) Guru madrasah diniyah di Kudus berpersepsi bahwa budaya organisasi di madrasah diniyah adalah dalam kategori baik, (4)Hasil penghitungan menunjukkan bahwa sistem nilai berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus, (5) Hasil penghitungan menunjukkan bahwa kepemimpinan berhubungan secara signifikan dengan budaya organisasi di madrasah diniyah di Kudus.
Kata Kunci: budaya organisasi, sistem nilai, model kepemimpinan
Copyrights © 2012