PALASTREN
Vol 4, No 2 (2011): Jurnal Palastren (Juli - Desember)

KEPEMIMPINAN DAN SPIRITUALITAS RATU KALINYAMAT

Amali, Zakki (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Mar 2014

Abstract

Sosok perempuan dalam kepemimpinan acapkali dipinggirkan dalam kancah perpolitikan. Di tingkat lokal, perempuan sulit berposisi sebagai ketua organisasi yang di dalamnya ada laki-laki. Biasanya laki-lakilah yang dipilih menjadi pemimpin. Meskipun demikian, membaca dalam novel Ratu Kalinyamat karya Mudtadho Hadi ini menimbulkan kesan tentang kepemimpinan seorang perempuan pesisir yang tangguh, cerdas, dan laik diteladani. Ratu Kalinyamat (1549-1579 M) bernama asli Retna Kencana adalah putri Sultan Trenggono, Sultan Demak pada tahun 1521- 1546 M. Lahir sebagai putri membuatnya mengemban tugas pemerintahan di Kadipaten Jepara. Ia mempunyai kemampuan berlebih dalam memimpin. Para rampok yang dikisahkan dalam novel ini segan berulah di wilayah kekuasaan Ratu Kalinyamat. Sebab sikap Kalinyamat yang tegas memberlakukan hukuman terhadap perusuh. Dalam novel ini Ratu Kalinyamat diceritakan hidup di tengah kemelut konflik Kesultanan Demak. Ia menjadi korban dari perebutan kekuasaan di antara saudaranya sendiri. Suaminya Pangeran Hadhirin menjadi korban balas dendam Haryo Penangsang.

Copyrights © 2011