Tujuan penelitian adalah menguraikan filsafat pendidikan dalam uposatha-sila dalam perspektif pengembangan karakter religius. Uposatha-sila sebagai upaya belajar harus memenuhi kajian filsafati, yaitu kajian ontology, epistemology, dan axiology. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Peneliti menganalisa kajian filsafati uposatha-sila dengan sumber kepustakaan baik sumber primer maupun sekunder. Uposatha-sila merupakan latihan moralitas untuk mengembangkan karakter seseorang menjadi lebih baik. Karakter ideal dalam Buddhism adalah Saddha-carita dan Buddhi-carita, yaitu cerminan karakter kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual, yang didasari oleh pandangan benar. Uposatha-sila merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman inderawi (Sense experience), otoritas (authority), dan keyakinan (faith). Uposatha-sila sebagai suatu upaya pengembangan karakter religius, memenuhi analisa: 1) Rasionalisme; 2) Empirisme, dan 3) Kritisme. Filsafat pendidikan uposatha-sila adalah metode belajar behavioristik yang menekankan pada proses belajar berdasarkan pengalaman. Uposatha-sila yang dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan akan menghasilkan hasil belajar berupa perubahan tingkah laku atau karakter yang teraplikasi dalam kebiasaan atau proses berpikir. Manfaat uposatha-sila adalah memperoleh kesejahteraan duniawi maupun kesejahteraan batiniah. Buah kamma baik akan menjamin seseorang dapat terlahir di alam Surga setelah meninggal. Kajian nilai etika dalam uposatha-sila adalah: 1) Pengendalian diri; 2) Kedisiplinan; 3) Kesederhanaan; dan 4) Nilai kebaikan atau moralitas.
Copyrights © 2021