Sebagai negara adidaya yang berperan penting dalam mendukung perkembangan negara dunia ketiga, Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan yang khusus dibuat untuk negara-negara di kawasan Sub-Sahara Afrika. Penelitian ini membahas African Growth and Opportunity Act (AGOA) sebagai kebijakan luar negeri yang digagas oleh Amerika Serikat sebagai aktor utama dalam memberikan bantuan ekonomi untuk mendukung pembangunan di Afrika. Dengan menggunakan konsep politik luar negeri untuk mencapai kepentingan nasional negara, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk memenuhi informasi mengenai topik yang diangkat oleh penulis. Penelitian ini menemukan bahwa melalui kebijakan ini, Afrika sangat terbantu sehingga akhirnya menjadi kawasan yang produktif dan mampu bersaing dalam perekonomian internasional. Meski dalam penerapannya banyak tantangan, AGOA secara garis besar menguntungkan kedua belah pihak. Perkembangan dunia internasional yang semakin kompleks serta pergantian pemimpin AS membuat politik luar negeri AS melalui AGOA ini berjalan secara dinamis yang dapat berubah sesuai dengan keadaan.As a superpower country that plays an essential role in supporting the development of third-world countries, the United States of America issued a policy made explicitly for countries in the Sub-Saharan African countries. This study attempts to discuss African Growth and Opportunity Act (AGOA) as a foreign policy initiated by the United States as the leading actor in providing economic assistance to support the development in Africa. This study uses the concept of foreign policy to achieve the state’s national interest. It uses the qualitative method to collect the data needed to fulfill the information regarding the author’s topic. This study finds that this policy immensely helped Africa become a productive region and compete internationally. Although its application has many challenges, AGOA generally grants both parties. The increasing development of the global world that has become more complex and the change of the leader of the U.S. has made this U.S. foreign policy within the AGOA run dynamically, which means that it can shift according to the circumstances
Copyrights © 2021