Artikel ini menjelaskan tentang fenomena Arab Spring yang mengguncang Timur Tengah khususnya di Maroko. Arab Spring berhasil menurunkan para pemimpin otoriter dan diktator yang sedang berkuasa. Penelitian ini menggunakan teori pengambilan keputusan untuk menguraikan permasalahan yang terjadi. Kemudian penulis menggunakan metode deskriptif analitis untuk memenuhi sumber-sumber penelitian yang akan diteliti. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana strategi Raja Mohammed VI untuk terhindar dari badai revolusi Arab pasca serangkaian aksi protes yang terjadi di negaranya? Setelah dilakukan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa strategi Raja Mohammed VI dalam menghadapi gelombang demonstran di Maroko bisa dikatakan berbeda dengan cara yang dilakukan negara-negara Afrika Utara lainnya. Raja Mohammed VI mengubah pendekatan penyelesaian masalah bukan dengan jalur kekerasan, tetapi dengan pendekatan persuasif. Upayanya dalam meredam gejolak demonstasi di negaranya membuahkan hasil. Setidaknya ada dua faktor yang turut mempengaruhi kesuksesannya dalam meredam demonstrasi di negaranya, yaitu faktor keterbukaan dan kepercayaan. Keberhasilannya tersebut membuat Maroko berhasil mempertahankan pemerintahannya tanpa adanya kejatuhan tampuk pimpinan seperti beberapa negara yang dilanda fenomena Arab Spring. This article describes the Arab Spring phenomenon that rocked the Middle East, especially Morocco. Arab Spring succeeded in bringing down the authoritarian leaders and dictators in power. This study uses decision-making theory to describe the problems that occur. Then the writer uses the descriptive-analytical method to fulfill the research sources to be studied. This research tries to answer the question how is the strategy of King Mohammed VI to avoid the storm of the Arab revolution after a series of protests that took place in his country? After conducting the research, we concluded that the strategy of King Mohammed VI in dealing with the wave of demonstrators in Morocco could be said to be different from the method used by other North African countries. King Mohammed VI changed his approach to problem-solving, not using violence but with a persuasive strategy. His efforts in stifling the turmoil of demonstrations in his country bore fruit. At least two factors contributed to his success in reducing protests in his country, namely the factors of openness and trust. This success made Morocco maintain its government without the fall of leadership. It is different from countries in the phenomenon of the Arab Spring.
Copyrights © 2021