Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan sebagai masyarakat multilingual. Mereka umumnya menguasai tiga bahasa, yaitu Bugis, Makassar, dan Indonesia. Hal ini memungkinkan terjadinya peristiwa alih kode dan campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi alih kode dan campur kode pada tuturan masyarakat di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi-Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan tuturan masyarakat multilingual di Kabupaten Pangkep yang diduga mengandung unsur alih kode dan campur kode. Untuk mengumpulkan data digunakan metode observasi, dan metode simak dengan teknik rekam dan teknik pencatatan. Setelah pengumpulan data, dilanjutkan dengan menganalisis variasi alih kode dan campur kode. Berdasarkan data penelitian ini ditemukan variasi alih kode yaitu (1) kode dasar bahasa Indonesia, ditemukan variasi alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Makassar dan bahasa Indonesia ke bahasa Bugis, (2) kode dasar bahasa Bugis, ditemukan variasi alih kode bahasa Bugis ke bahasa Indonesia, dan (3) kode dasar bahasa Makassar, ditemukan variasi alih kode bahasa Makassar ke bahasa Indonesia. Variasi campur kode yang ditemukan yaitu campur kode dengan kode dasar bahasa Indonesia, bahasa Bugis, dan bahasa Makassar. Berkenaan dengan hasil penelitian, penulis menyarankan agar penelitian mengenai alih kode dan campur kode perlu dilakukan dengan ruang lingkup yang lebih spesifik pada satu ranah agar analisis yang dilakukan dapat mencapai hal yang lebih mendasar.Kata Kunci: Alih Kode, Campur kode, Masyarakat Multilingual
Copyrights © 2021