Pute Waya Sociology of Religion Jornal
Vol. 2 No. 2 (2021): Desember

GEREJA DAN URRATA

Adelvia Tamu Ina Pay Djera (Program Studi Teologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba)
Orce Dapa Ambob (Program Studi Teologi Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2021

Abstract

Abstrak Manusia yang hidup menjalani aktivitas budaya tentu memahami bahwa kebudayaan memiliki nilai dan makna, termasuk dapat memberikan kontribusi dalam kehidupannya. Praktik ritual urrata merupakan salah satu kegiatan kebudayaan yang dilakukan oleh anggota berhak gereja, bertujuan untuk memohon kesembuhan dan meramalkan kehidupan masa mendarang. Tentu saja, ritual ini bertentangan dengan prinsip iman Kristen. Iman Kristen berpatokan pada kehidupan yang mengandalkan Kristus sebagai sumber Keselamatan. Selain itu, ritual urrata mengabaikan prinsip persekutuan umat yang kudus (gereja). Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sikap gereja terhadap pelaksaan ritual urrata. Metode penelitian dalam penulisan ini kualitatif deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan gereja menyadari bahwa ritual urrata dilakukan sebagai upaya jemaat memohon kehidupan yang baik, sehingga jemaat yang melakukan ritual urrata akan diberikan sanksi atau disiplin gerejawi – diasingkan dari persekutuan jemaat. Prinsip gereja semacam ini, perlu dikritisi dari tujuan pelaksaan ritual tersebut. Artinya Gereja perlu memeriksa model pelayanan di jemaat dan model edukasi jemaat. Sehingga gereja tidak hanya memberikan penilaian salah terhadap ritual ini namun pelaksanaan ritual urrata sebagai bentuk kritik jemaat terhadap gereja.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

putewaya

Publisher

Subject

Religion Humanities Environmental Science Social Sciences

Description

Pute Waya merupakan jurnal Sosiologi Agama. Portal ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan, memfasilitasi digitalisasi dan indeksasi jurnal akademik yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama Indonesia. Jurnal-jurnal ini berfokus tidak hanya pada studi Kristen ...