Abstrak Manusia yang hidup menjalani aktivitas budaya tentu memahami bahwa kebudayaan memiliki nilai dan makna, termasuk dapat memberikan kontribusi dalam kehidupannya. Praktik ritual urrata merupakan salah satu kegiatan kebudayaan yang dilakukan oleh anggota berhak gereja, bertujuan untuk memohon kesembuhan dan meramalkan kehidupan masa mendarang. Tentu saja, ritual ini bertentangan dengan prinsip iman Kristen. Iman Kristen berpatokan pada kehidupan yang mengandalkan Kristus sebagai sumber Keselamatan. Selain itu, ritual urrata mengabaikan prinsip persekutuan umat yang kudus (gereja). Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sikap gereja terhadap pelaksaan ritual urrata. Metode penelitian dalam penulisan ini kualitatif deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan gereja menyadari bahwa ritual urrata dilakukan sebagai upaya jemaat memohon kehidupan yang baik, sehingga jemaat yang melakukan ritual urrata akan diberikan sanksi atau disiplin gerejawi – diasingkan dari persekutuan jemaat. Prinsip gereja semacam ini, perlu dikritisi dari tujuan pelaksaan ritual tersebut. Artinya Gereja perlu memeriksa model pelayanan di jemaat dan model edukasi jemaat. Sehingga gereja tidak hanya memberikan penilaian salah terhadap ritual ini namun pelaksanaan ritual urrata sebagai bentuk kritik jemaat terhadap gereja.
Copyrights © 2021