Abstrak Tulisan ini menggunakan perspektif feminisme p oskolonial untuk memeriksa hubungan antara mas kawin dan kekerasan terhadap perempuan di Papua. Melalui studi kepustakaan, penelitian ini mengembangkan kajian yang berfokus pada studi-studi tentang feminisme poskolonial khususnya tentang kekerasan terhadap perempuan di Papua. Sementara itu, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan terhadap perempuan memiliki relasi dengan tradisi mas kawin. Penafsiran tradisi ini menempatkan posisi laki-laki lebih superior dari pada perempuan, sehingga menciptakan budaya patriakhi. Pada praktiknya, berbagai kekerasan meliputi fisik, seksual dan, cultural tidak dapat terhindarkan. Pada akhirnya, studi ini belum menelisik lebih mendalam dari aspek hukum dan dampak psikologis dari perempuan-perempuan Papua yang mengalami kekerasan.
Copyrights © 2021