Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa Jargon yang berkembang dalam suatu bidang atau kelompok tertentu dan biasanya didominasi kosakata. Penelitian dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) khususnya pada karyawan bagian divisi humas dengan jumlah informan 24 orang, kagiatan pelaksanaan tepatnya pada semester genap 2015/2016 dimulai pada bulan Maret s.d. Mei 2015. Data dikumpulkan dengan observasi ke lapangan melalui pengamatan, berpartisipasi secara langsung dengan teknik rekam dan catat, serta wawancara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik distribusional. Hasil penelitian menunjukkan karyawan divisi humas TMII menggunakan bahasa jargon ketika mereka sedang bekerja. Bahasa jargon yang diciptakan pada karyawan divisi humas TMII berhubungan dengan beberapa nama lokasi atau disebut anjungan di TMII, contohnya bahasa jargon yang berkonotasi tidak baik seperti ”anak kijang” yang bermakna ada seseorang yang dianggap mencurigakan. Dari hasil wawancara diketahui bahwa tujuan dalam penggunaan bahasa jargon adalah untuk mengkoordinasikan segala bentuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran sehingga mempermudah jaringan komunikasi antardivisi dan unit kerja di TMII.
Copyrights © 2018