Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab infeksi yang dapat menyebabkan acne dan frunkolosis pada kulit. Jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan tanaman dari suku Rutaceae, memiliki kandungan sebagai antibakteri yaitu flavonoid, alkaloid, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC) dalam sediaan krim serta menguji aktivitas krim dengan variasi konsentrasi 14% (F1), 16% (F2), dan 18% (F3) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Evaluasi sediaan krim yang dilakukan yaitu : pemeriksaan organoleptis pada setiap formula didapatkan hasil berbentuk setengah padat, berwarna hijau muda, kehijauan, dan hijau pekat. Homogenitas semua formula homogen, pH setiap formula berkisar antara 6,99-6,22. Daya tercuci setiap formula berkisar antara 22,7-28,6 mL. Tipe krim setiap formula yaitu tipe M/A, viskositas setiap formula berkisar antara 4071-4434 cP. Stabilitas setiap formula yaitu stabil. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak dan sediaan krim ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix DC) mempengaruhi pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan adanya diameter zona hambat pada setiap formula. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dengan metode cakram konsentrasi tertinggi yang memberikan diameter daya hambat terbesar adalah 18% (12,73 mm). Dan pada uji aktivitas antibakteri sediaan krim dengan metode sumuran konsentrasi tertinggi yang memberikan diameter daya hambat terbesar adalah 18% (15,64 mm). Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA satu arah (P<0,05) menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan ke dalam setiap formula krim maka aktivitas antibakteri akan semakin meningkat.
Copyrights © 2021