Pendahuluan: Salah satu masalah gizi pada remaja adalah gizi lebih dan obesitas. Penyebab gizi lebih antara lain pola hidup dan perilaku, antara lain kebiasaan mengonsumsi fast food dan aktiftas fisik serta penilaian remaja terhadap penampilan fisiknya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan body image, frekuensi fast food, dan aktifitas fisik dengan gizi lebih ada remaja di SMA Negeri 2 Martapura. Â Metode:Â Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian pelajar SMA Negeri 2 Martapura berjumlah 81 orang, ditentukan dengan random sistematik. Data body image dan frekuensi fast food dengan wawancara, aktifitas fisik dengan metode METs, dan gizi lebih dengan cara antropometri. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: proporsi gizi lebih pada remaja 55,6%, sebagian besar mempunyai body image positif (79,0%). Sebagian besar remajasering mengonsumsi fast food (71,6%) dan aktifitas ringan sebesar 55,6%. Ada hubungan frekuensi fast food dan aktifitas fisik dengan gizi lebih pada remaja (p<0,05), sedangkan body image tidak ada hubungan yang bermakna (p>0,05). Simpulan: Ada hubungan yang bermakna frekuensi fast food dan aktifitas dengan gizi lebih pada remaja. Disarankan agar remaja untuk memilih dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta olah raga minimal 30 menit dan mengikuti kegiatan ekstrakurekuler di sekolah.
Copyrights © 2021