Pembelajaran yang terjadi di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan sekolah. Penelitian dilaksanakan di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 1 (satu) bulan, yakni bulan September 2019. Adupun jumlah subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi yang berjumlah 10 guru. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penggunaan media dalam pengajaran mampu meningkatkan kemampuan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata prosesntase kegiatan guru dalam mengajar mengalami kenaikan sebesar 20,00% yakni jika siklus I sebesar 68,00% maka pada siklus II menjadi 88,00 %. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media efektif dalam meningkatkan motivasi guru dalam pembelajaran, (2) Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media juga meningkatkan jumlah guru yang mengajar dengan media, jika siklus 1 yang menggunakan media sebanyak 7 guru atau 70,00 % sedangkan siklus 2 meningkat menjadi 9 guru atau 90,00% selain itu juga mampu meningkatkan nilai pelaksanaan pembelajaran guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi indikasinya, jika siklus I guru yang dinyatakan tuntas sebanyak 7 atau 70% dengan rata-rata 80,00 maka pada siklus II meningkat menjadi 9 atau 90,00% dengan rata-rata nilai 87,50. Artinya jika pada siklus I ketidaktuntasan sebesar 30% maka setelah penerapan siklus II menurun menjadi 10,00 %. Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa dengan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media pelaksanaan pembelajaran dapat ditingkatkan secara optimal.
Copyrights © 2022