Pembelajaran IPS di sekolah kurang menekankan pengembangan pemahaman dan sikap positif siswa terhadap nilai, norma, dan moral yang berlaku dalam masyarakat serta terbatasnya kesempatan siswa untuk mengembangkan kompetensi-kompetensi yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent post-test only control group. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 144 orang dan sampel penelitian berjumlah 61 orang yang diambil dengan teknik group desain random sampling. Data keterampilan kolaborasi siswa dikumpulkan menggunakan metode non tes berupa lembar observasi dan data hasil belajar IPS dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 408.608;sig < 0.05; terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar IPS siswa (F hitung sebesar 135.185;sig = < 0,05); dan secara simultan, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap keterampilan kolaborasi dan hasil belajar IPS siswa (F hitung 374.305 ;sig=<0,05). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TSTS berpengaruh positif terhadap keterampilan kolaborasi hasil belajar IPS siswa.
Copyrights © 2022