Perubahan iklim disebabkan oleh pemanasan global. Temperatur udara dan curah hujan dijadikan indikator perubahan iklim. Penelitian ini akan mengkaji perubahan temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura di dataran sedang-tinggi Bukit Kaba selama 1981-2018. Penelitian ini akan menyajikan proyeksi temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura tahun 2020-2040 serta adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode analisis tren dan rata-rata. Proyeksi temperatur dan curah hujan menggunakan WRF. Persamaan yang terbentuk dari data historis temperatur, curah hujan dan produktivitas digunakan untuk menentukan proyeksi produktivitas. Hasil analisis menunjukkan peningkatan temperatur rata-rata bulanan 0,82 ºC dan penurunan curah hujan rata-rata bulanan 22,8 mm. Peningkatan produktivitas rata-rata kentang 10,5 ton/ha dan wortel 20,2 ton/ha. Hasil proyeksi menunjukkan kenaikan temperatur 1,44 ºC dan curah hujan 51 mm serta pergeseran pola hujan. Wilayah penelitian akan didominasi oleh temperatur 22-24 ºC dan beriklim sangat basah. Produktivitas tanaman hortikultura diprediksi akan mengalami fluktuasi hingga tahun 2040. Adaptasi yang dapat dilakukan, di antaranya perbaikan teknik budidaya pertanian, penyesuaian waktu tanam dan penggunaan varietas tahan cekaman iklim.
Copyrights © 2021