Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

CORRELATION BETWEEN TOPOGRAPHY AND HEIGHT OF TREE WITH FATIGUE OF WORKER AND PRODUCTIVITY OF PALM OIL HARVESTING Mizi Adha Visano; Meizul Zuki; Damres Uker
Jurnal Agroindustri Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.10.2.118-128

Abstract

AGE AND WORK EXPERIENCES TO FATIQUE FEELINGS AND WORK PRODUCTIVITY RELATIONSHIP OF PALM OIL FRUIT BUNCH HARVEST WORKERS Humaira' Kanajmi; Meizul Zuki; Damres Uker
Jurnal Agroindustri Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.7.1.44-55

Abstract

Purpose of this research was to analyze the correlation between the factor of age with fatigue of worker, the factor of working experience with fatigue of worker, the factor of age and working experience with fatigue of worker, and fatigue of workers with work productivity in palm oil harvesting. Data were collectedby using quisionere. The analytical method used in this research is the analysis of correlation and linear regression.From the results of this study concluded that there was a significant, quite strong (r = 0.469) and in the same direction (positive) correlation between the age worker factor with fatigue of palm oil harvester by linear regression equation ????1 = 2,571 + 0,077 X1, there was a significant, but low (r = -0.344) and not in the same direction (negative) correlation between the factor of working experience with fatigue of palm oil harvester by  linear  regression equation ????1 =  6,303 -  0,067  X2, there  was  a significant  and  very  strong correlation (R = 0.922) between factors of age and working experience with fatigue of  palm oil harvester  by  linear regression  equation ????1 =  0,742  +  0,178  X1   -  0,195  X2,  and  there  was  a significant, but low (r = -0.271) and not in the same direction (negative) correlation between the fatigue of workers with productivity of palm oil harvesting by linear regression equation ????2 = 258,45- 6,979 X. Labor of palm oil harvesting should be managed by factor age of workers and work experience in order to minimize fatigue of workers so that can improve productivity.
OPERATOR PERFORMANCE ASSESMENT AT PT. DARIA DHARMA PRATAMA BY USING AHP AND RATING SCALE METHOD Ruth Berliana Simanjuntak; Damres Uker; Meizul Zuki
Jurnal Agroindustri Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.8.2.159-166

Abstract

Performance assessment is the process of evaluating and assessing employee performance. This activity can improve personnel decisions and provide feedback to employees about the implementation of their works.. The purpose of this research is to apply AHP method and rating scale in assessing the performance of CPO factory operators in PT. Daria Dharma Pratama Lubuk Bento with predetermined criteria. The research method used is the questionnaire method (questionnaire), where the authors submit the questionnaire directly to the respondents and take it back. Data analysis used AHP method  to get global weight from each criteria and sub criteria and combined with rating scale which aims to assess operator's performances with scale of assessment then look for recapitulation of operator performances result from both methods. Based on the results of the research, it is found that the criteria that are the first priority in assessing operator performances are the attitude criteria and the sub criteria which becomes the first priorities are  minor care, self-safety, clothing and personal protective equipment.Keywords: Performance assessment, AHP, rating scale
KARAKTERISTIK FISIK KUALITAS BIJI KOPI DAN KUALITAS KOPI BUBUK SINTARO 2 DAN SINTARO 3 DENGAN BERBAGAI TINGKAT SANGRAI Budiyanto Budiyanto; Damres Uker; Toto Izahar
Jurnal Agroindustri Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/j.agroindustri.11.1.54-71

Abstract

Juremian and Kirmanan are other names for the Sintaro 2 and Sintaro 3 coffee clones, the national superior robusta coffee clones that have been cultivated in Sidorejo Village. This study aims to determine the quality and physical properties of coffee beans, chemical properties and ground coffee quality of Juremian and Kirmanan clones. The quality and physical properties of coffee beans are evaluated according to the Indonesian National Standard (SNI) 01-02907-2008 procedure. The chemical properties and quality of ground coffee powder were evaluated based on SNI 01-3542-204 procedure as well as the cupping test method (Specialty Coffee Association of America). The results showed that Juremian coffee beans had fewer defects and bean sizes, more peaberry beans, and better bean quality than Kirmanan coffee beans. Based on coffee extract content, "medium dark roast" and "dark roast" Ground coffee Juremian and Kirmanan are categorized as quality 1. "Medium dark roasted" Juremian coffee got a total score of 8.00, with the "excelent" category on the cupping test. The aromas found in Juremian coffee include chocholety, black tea, fruity, and nutty. The quality of the coffee beans, the high percentage of peaberry, and the roasting rate are thought to have contributed to the brewing quality of Juremian and Kirmanan coffees.
ANALISIS PERUBAHAN IKLIM DAN ADAPTASI SEKTOR PERTANIAN TANAMAN HORTIKULTURA DATARAN SEDANG DAN TINGGI BUKIT KABA Fandi Primadia Pratama; Damres Uker; M.Faiz Barchia
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20398

Abstract

Perubahan iklim disebabkan oleh pemanasan global. Temperatur udara dan curah hujan dijadikan indikator perubahan iklim. Penelitian ini akan mengkaji perubahan temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura di dataran sedang-tinggi Bukit Kaba selama 1981-2018. Penelitian ini akan menyajikan proyeksi temperatur, curah hujan dan produktivitas tanaman hortikultura tahun 2020-2040 serta adaptasi perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode analisis tren dan rata-rata. Proyeksi temperatur dan curah hujan menggunakan WRF. Persamaan yang terbentuk dari data historis temperatur, curah hujan dan produktivitas digunakan untuk menentukan proyeksi produktivitas. Hasil analisis menunjukkan peningkatan temperatur rata-rata bulanan 0,82 ºC dan penurunan curah hujan rata-rata bulanan 22,8 mm. Peningkatan produktivitas rata-rata kentang 10,5 ton/ha dan wortel 20,2 ton/ha. Hasil proyeksi menunjukkan kenaikan temperatur 1,44 ºC dan curah hujan 51 mm serta pergeseran pola hujan. Wilayah penelitian akan didominasi oleh temperatur 22-24 ºC dan beriklim sangat basah. Produktivitas tanaman hortikultura diprediksi akan mengalami fluktuasi hingga tahun 2040. Adaptasi yang dapat dilakukan, di antaranya perbaikan teknik budidaya pertanian, penyesuaian waktu tanam dan penggunaan varietas tahan cekaman iklim.
Persepsi Masyarakat Terhadap Program Percetakan Sawah Baru Di Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur Dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan Reko Sastrawan; Faiz Barcia; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.8.1.9171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang dampak program percetakan sawah baru terhadap lingkungan serta sosial dan ekonomi. Penelitian ini telah dilakukan dari bulan April 2018. Lokasi penelitian adalah wilayah Percetakan  Sawah Baru yang berada di  Kecamatan Padang Guci Hilir Desa Air Kering. Dipilihnya wilayah ini sebagai lokasi penelitian karena wilayah ini adalah pilot project perluasan sawah baru di Kabupaten Kaur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket atau kuisoner serta interview (wawancara mendalam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase persepsi petani responden yang sudah melakukan budidaya pada lahan cetak sawah baru terhadap dampak dari program cetak sawah dari segi lingkungan adalah sebesar 72,50% dengan nilai rata-rata jawaban responden adalah sebesar 3,63 dengan kriteria setuju bahwa program cetak sawah baru berdampak negatif terhadap lingkungan. Sedangkan persentase persepsi petani responden yang belum melakukan budidaya pada lahan cetak sawah baru terhadap dampak dari program cetak sawah dari segi lingkungan adalah sebesar 77,89% dengan nilai rata-rata jawaban responden adalah sebesar 3,89 dengan kriteria setuju bahwa program cetak sawah baru berdampak negatif terhadap lingkungan.Persentase persepsi petani responden yang sudah melakukan budidaya pada lahan cetak sawah baru terhadap dampak dari program cetak sawah dari segi sosial dan ekonomi adalah sebesar 84,69% dengan nilai rata-rata jawaban responden adalah sebesar 4,23 dengan kriteria sangat setuju bahwa program cetak sawah baru mampu meningkatkan sosial dan ekonomi petani. Sedangkan persentase persepsi petani responden yang belum melakukan budidaya pada lahan cetak sawah baru terhadap dampak dari program cetak sawah dari segi sosial dan ekonomi adalah sebesar 54,61% dengan nilai rata-rata jawaban responden adalah sebesar 2,73 dengan kriteria cukup setuju bahwa program cetak sawah baru mampu meningkatkan sosial dan ekonomi petani.Kata kunci : persepsi, cetak sawah dampak lingkungan, dampak sosial dan ekonomi
IDENTIFIKASI OBYEK WISATA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Dwi Tyas Pambudi; Yuwana Yuwana; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20395

Abstract

Penelitian ini untuk memberikan gambaran pengembangan obyek wisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan di lihat dari variabel perkembangan dan diversitas ekonomi wilayah Kacamatan Kabawetan, inventarisasi potensi obyek wisata yang ada, identifikasi faktor utama yang mempengaruhi minat wisatawan berkunjung ke obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari analisis data PDRB, perkembangan ekonomi Kecamatan Kabawetan berada pada urutan ke 5 (lima) dari delapan kecamatan dengan sumbangan PDRB sebesar Rp.273.087.870 dengan sektor penyumbang terbesar pada bidang usaha pertanian. Kecamatan Kabawetan memiliki 17 potensi obyek wisata yang terdiri dari a) terdapat 10 potensi obyek wisata alam; b) wisata buatan terdapat 5 (lima) obyek wisata dan; c) terdapat 2 (dua) obyek wisata sejarah. Berdasarkan analisis skoring, terdapat 6 (enam) Obyek Wisata di Kecamatan Kabawetan yang memiliki kelas berpotensi untuk pengembangan, yaitu: Kebun Teh Kabawetan, Air Terjun Tirta Mandiri, Mountain Valley, Air Terjun Sengkuang, Taman Kabawetan, dan Rest Area 1. Terdapat 4 obyek wisata cukup berpotensi, yaitu: Pabrik Pengolahan Teh, Rumah Belanda, Kampung Kopi, Kebun Bunga Dama Sari Flower, dan Kebun Teh Trisula. Adapun 6 (enam) obyek wisata memiliki kelas kurang berpotensi. Dari analisis persepsi wisatawan yang berkunjung, obyek wisata memiliki modal pengembangan yaitu: 1) Modal Lingkungan, dari hasil penelitian para wisatawan sangat menyukai potensi wisata alam, dengan persentase 73.33 persen; 2) Modal ekonomi, tiket yang masih terjangkau; (3) Modal Sosial yaitu obyek wisata sangat aman dan penduduknya sangat ramah, dengan sekor berturut-turut 96, 67 persen dan 93 persen. Prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan sudah dilaksanakan dilihat dari beberapa aspek seperti; a) Aspek Lingkungan; Kepedulian pengelolaan sampah, menjaga kelestarian lingkungan; b) Aspek Sosial Budaya; Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, semangat gotong royong terjaga, Budaya masyarakat yang ramah, Budaya lokal mejadi lestari, meningkatnya SDM; c) Aspek Ekonomi; Peningkatan PAD Kabupaten Kepahiang, Peningkatan Ekonomi dan Inovasi produk makanan berbahan local, Keterlibatan Bumdes dalam pengelolaan obyek wisata.
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Agung Dwi Putra; Wiryono Wiryono; Budiyanto Budiyanto; Agus Susatya; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.21159

Abstract

Abstrak Persampahan masih menjadi suatu permasalahan yang dihadapi kota besar maupun di tingkat daerah. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengelolaan sampah yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis penyebab belum teratasi-nya sampah di kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah; 2) Menganalisis peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah; 3) Menganalisis 4 aspek pengelolaan sampah di kabupaten Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penyebab belum teratasi-nya sampah di kompleks perkantoran Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah adalah keterbatasan jumlah arm roll truck dan jumlah timbulan sampah yang terlalu besar. 2) Masyarakat kabupaten Bengkulu Tengah berperan aktif dalam pengelolaan sampah di kabupaten Bengkulu Tengah. Rekomendasi untuk menangani sampah di sekitar komplek perkantoran Bupati kabupaten Bengkulu Tengah adalah sebagai berikut: a) Menggunakan truk biasa atau mobil jenis pick up b) Menerapkan konsep Zero Waste, yaitu pengelolaan sampah dengan prinsip daur ulang. Dalam aspek peran serta masyarakat perlu dilakukan kampanye, sosialisasi, dan edukasi tentang persampahan. Pada aspek operasional perlu penambahan mobil pick up, pada aspek peraturan diperlukan pembentukan Perda dengan substansi materi yang menyeluruh. Pada aspek pembiayaan untuk meningkatkan retribusi dapat dilakukan dengan meningkatkan pelayanan, pada aspek kelembagaan perlu memisahkan antara fungsi regulator dengan operator agar pengelolaan sampah dapat berjalan maksimal.   Kata kunci : Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Bengkulu Tengah.
Pemanfaatan Drone/ Unmanned Aerial Vehicle dalam Klasifikasi Tutupan Lahan Taman Wisata Alam Danau Dusun Besar, Provinsi Bengkulu Mardiansyah Mardiansyah; Agus Susatya; Hery Suhartoyo; Guswarni Anwar; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.20893

Abstract

Kawasan hutan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Dusun Besar merupakan wilayah pengelolaan BKSDA Bengkulu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Bengkulu. Hutan konservasi tersebut mengalami Evaluasi Kesesuaian Fungsi dan dalam pengelolaannya memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi memerlukan data yang lengkap berbasis ilmu pengetahuan. Data detail tentang klasifikasi tutupan lahan TWA Danau Dusun Besar dibutuhkan mendukung pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Ketersediaan data penutupan lahan berdasarkan SNI 7645 : 2010 Skala 1 : 250.000 bahwa data Kementerian LHK Tahun 2016 di lokasi penelitian bahwa terdata 2 jenis klasifikasi tutupan lahan sehingga diperlukan yang lebih terperinci. Penelitian di TWA Danau Dusun Besar, BKSDA Bengkulu ini menggunakan teknologi Drone/ Unmanned Aerial Vehicle dalam klasifikasi tutupan lahan. Pengumpulan data dan akuisisi citra Drone/ UAV DJI Ptahtom 4 Pro menggunakan Agisoft Methashape Profesional 1.5 dan analisis ArcGIS 10.4 untuk Klasifikasi Tutupan Lahan menggunakan digitasi on screen, uji topologi, data orthomosaic dan data vector dengan SNI 7645 : 2014. Hasil analisis yang dilakukan yaitu terdapat 7 (tujuh) Klasifikasi Tutupan lahan TWA Danau Dusun Besar ± 88,82 Ha yaitu Waduk multiguna seluas ± 45,08 Ha, Vegetasi berupa hutan rawa/ gambut sekunder kerapatan rendah seluas ± 12,55 ha, hutan nipah seluas ± 0,74 Ha, Semak belukar seluas ± 18,75 ha, Padang rumput seluas ± 5, 45 ha, Liputan vegetasi alami (bakung) seluas ± 5,45 Ha, dan Lahan terbuka lain seluas ± 0,39 ha.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PRODUKSI PADI DI LAHAN SAWAH DAERAH IRIGASI RAWA AIR HITAM BENGKULU Mike Van Hove; Muhammad Faiz Barchia; Satria Putra Utama; Damres Uker; M Mustopa R
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.11.1.21162

Abstract

Eksistensi lahan pangan mulai terusik. sumber daya lahan untuk mendukung pertumbuhan produksi padi dunia sudah semakin terbatas, Keterbatasan tersebut  disebabkan semakin meningkatnya konversi lahan pertanian ke non pertanian Alih fungsi lahan sawah ke lahan perekebunan sawit ataupun pemukiman secara perlahan akan sangat berpengaruh pada keberlanjutan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan indeks dan status keberlanjutan produksi padi di Daerah Irigasi Rawa Air Hitam Bengkulu dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi dan infrastruktur, serta hukum dan kelembagaan, serta menganalis dan menentukan atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan produksi padi di Lahan Sawah Daerah Irigasi Rawa Air Hitam Bengkulu. Penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) yang disebut dengan metode RAP-Insus (Rapid Appraisal –Index Sustainability of Farm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan produksi padi di Lahan Sawah Daerah Irigasi Rawa Air Hitam Bengkulu Cukup Berlanjut dengan indeks multidimeni sebesar 55,88, dimana dimensi yang Cukup Berkelanjutan ada 4 dimensi yaitu Ekologi, Ekonomi, Sosial dan Budaya serta Teknologi dan Infrastruktur, sedangkan 1 dimensi lainnya yaitu Hukum-Kelembagaan berada pada indeks Kurang Berkelanjutan. Kata Kunci: Analisis Multidimensi, Daerah Irigasi Rawa, Lahan Sawah Air Hitam