Kesesuaian faktor ekologis dalam ekosistem pertambakan mempunyai peran yang signifikan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tambak. Informasi mengenai kesesuaian faktor ekologis tambak untuk budidaya kepiting sampai saat ini belum dipunyai oleh pembudidaya kepiting bakau di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Beveridge (1996) mengemukakan bahwa kesesuaian faktor ekologis digunakan untuk menjabarkan produksi dari budidaya yang dapat berkelanjutan dalam suatu lingkungan, Kelurahan Padang Serai KecamatanKampungMelayuKota Bengkulu merupakan daerah sentra budidaya soft crab kepiting bakau (Scylla sp), terdapat bebrapa petak tambak dengan luas rata-rata 0,25 ha/tambak dan hasil produksi budidaya soft crab kepiting bakau (Scylla sp) rata – rata 200 kg/bulan/petak tambak (Profil Kelurahan Padang Serai, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian faktor ekologis dalam ekosistem tambak sehubungan dengan adanya kegiatan budidaya soft crab kepiting bakau di Kelurahan Padang Serai Kec. Kampung Melayu Kota Bengkulu. Metode penelitian diskriptif analitik, kondisi kesesuaian faktor ekologis dianalisa melalui beban limbah total fospor dari sistem budidaya (variabel utama), dan variable pendukungnya adalah ; tekstur tanah, salinitas, DO, pH air, kecerahan, diversitas dan densitas fytoplankton, luas dan kedalaman tambak. Hasil Penelitian didapatkan krateristik kesesuaian faktor ekologis Tambak Kepiting Bakau dengan nilai kateristik 70,48, dengan demikian carrying capasity dalam kreteria interval tinggi (61,7 - 75,6). Semua parameter terukur pada tambak udang bakau menunjukan kondisi layak nya kesesuaian faktor ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya soft crab, kepiting bakau.
Copyrights © 2021