Perawatan lanjut usia merupakan kebutuhan mendesak dalam masyarakat yang usia harapan hidupnya semakin tinggi, mengingat kerentanan yang dialami oleh orang lanjut usia. Oleh karena itu dibutuhkan model-model perawatan lanjut usia yang mampu mereduksi kerentanan lanjut usia sekaligus memberdayakan potensi dan kemampuan orang lanjut usia sehingga dapat berfungsi sosial dalam kehidupannya. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini berupaya mengkaji perbandingan model perawatan lanjut usia yang dilakukan oleh institusi dengan perawatan lanjut usia di rumah di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, yang hasilnya kemudian dianalisa dengan analisis kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa model perawatan lanjut usia, baik yang di dalam institusi maupun di rumah, memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Perawatan di dalam institusi relative lebih sistematis dan komprehensif melalui berbagai aktifitas fisik, mental, sosial dan spiritual, dibandingkan dengan perawatan lanjut usia di rumah. Meskipun demikian, perawatan lanjut usia dirumah ternyata lebih membuat nyaman bagi lanjut usia karena kedekatannya dengan keluarga, dibandingkan bila dirawat di dalam institusi. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan adanya kolaborasi aktifitas antara perawatan lanjut usia di dalam institusi dengan perawatan di rumah, sehingga tujuan perawatan lanjut usia dapat tercapai secara optimal. Bentuk layanan yang direkomendasikan adalah pembentukan Paguyuban Keluarga Lansia dan pelaksanaan layanan Day Care di Institusi yang bisa diakses bukan saja oleh lansia di institusi, namun juga lansia di rumah.
Copyrights © 2021