Burung walet merupakan salah satu dari beberapa jenis burung yang mampu menghasilkan produk berupa sarang. Tingginya tingkat permintaan pasar dunia terhadap sarang burung walet untuk Indonesia sehingga banyak yang membudidayakannya. Maraknya pembudidayaan burung walet dengan membangun rumah walet mengakibatkan perubahan lahan di perkotaan, kawasan yang diperuntukkan hanya sebagai pemukiman tapi mengalami fungsi ganda. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Watampone sudah tidak sesuai dengan pemanfaatan ruang dikarenakan banyaknya sarang burung walet yang berdekatan dengan tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas layanan publik dan banyaknya sarang burung walet yang saling berdekatan. Penyebab ketidaksesuai dikarenakan di Kota Watampone peraturan tentang burung walet belum dikeluarkan ditambah tidak ada pajak burung walet. Meskipun demikian masyarakat tidak berani komplen karena saling menghargai.
Copyrights © 2021