Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin. Merupakan satu-satunya tradisi topeng yang masih dilaksanakan sampai sekarang di Kota Banjarmasin. Tradisi ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Tetapi, yang menjadi pertanyaan apakah keluarga zuriat Datu Mahbud dan masyarakat mengetahui nilai religi dan sosial yang ada dalam Tradisi Manopeng atau hanya sekedar melaksanakan saja. Nilai religi dan sosial dalam Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur menarik untuk diteliti secara lebih mendalam untuk mengetahui nilai religi dan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai sosial religi yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang terdiri dari Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Tahap pertama yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu Heuristik, tahap pengumpulan data. Baik itu data primer maupun data sekunder. Setelah data terkumpul, dilakukan tahap berikutnya yaitu Kritik, baik itu kritik eksternal dan kritik internal. Tahap selanjutnya yaitu Interpretasi dan tahap yang terakhir yaitu Historiografi atau penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Manopeng di Jalan Banyiur telah dilaksanakan kurang lebih selama 150 tahun. Proses pelaksanaannya dilaksankan pada bulan Muharam dan hanya pada malam Senin serta dilaksankan pada malam hari hingga subuh. Tradisi Manopeng yang dilaksanakan di Jalan Banyiur terdapat nilai sosial religi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Tradisi Manopeng yang dilaksanakan di Jalan Banyiur Kota Banjarmasin tahun 2010-2020 terdapat nilai sosial religi
Copyrights © 2021