Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari Surabaya Metropolitan Areas (SMAs) mengalami proses urbanisasi yang pesat, diiringi dengan laju peningkatan jumlah penduduk. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduknya, Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu pasar untuk kegiatan pengembangan perumahan. Urban growth berkontribusi pada pelayanan sarana dan prasarana, pertumbuhan ekonomi yang juga menyediakan kesempatan kerja. Lebih jauh sprawl juga memiliki dampak negatif seperti kemacetan, penuruan kualitas dan kuantitas air bersih, polusi udara, kurangnya lahan hijau, dsb. Untuk mengurangi dampak negatif dari sprawl, perlu adanya pemahaman terkait karakteristik perkembangan yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur urban growth di Kabupaten Sidoarjo dan korelasinya terhadap bentuk kota. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis nilai kawasan perkotaan yang baru tumbuh menggunakan indeks ekspansi perkotaan dengan bantuan software ArcGIS. Kemudian menentukan hasil perhitungan indeks ekspansi perkotaan dan mengelompokkannya kedalam 3 tipe yakni edge growth (EG), infilling (IF) dan leapfrog (LF). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengembangan kawasan terbangun seluas 9.539,35 ha dari tahun 2009 hingga 2020 dengan dominasi tipe infilling sebesar 58%, edge growth 40% dan leapfrog development 2%. Selanjutnya adalah perubahan pada penggunaan lahan hijau seluas 6.032,694 ha, dengan konversi terbesar ada pada penggunaan sawah irigasi yakni seluas 3.313,714 ha.
Copyrights © 2021