Seorang mantan Warga Binaan (WB) yang telah keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) perlu melakukan penyesuaian dirinya untuk bisa kembali berbaur di tengah masyarakat. Begitupula secara spesifik mantan WB dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman mantan WB dengan HIV setelah keluar Lapas sekaligus mencari tahu bagaimana penyesuaian diri yang mereka lalui hingga saat ini. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang yang merupakan mantan WB dengan status positif HIV selama di dalam Lapas hingga keluar Lapas dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode wawancara dilakukan menggunakan metode semi-terstruktur yang kemudian hasil wawancara dianalisis menggunakan metode interpretative phenomenological analysis. Pada penelitian ini terdapat delapan tema superordinat, yaitu (1) pemahaman mantan WB dengan HIV terhadap stigma masyarakat, (2) penutupan diri, (3) pengabaian terapi ARV di dalam Lapas, (4) penolakan hasil diagnosis, (5) pengungkapan diri, (6) respon negatif lingkungan, (7) dukungan dari orang terdekat yang signifikan, (8) proses pengobatan. Melalui penelitian ini partisipan menyampaikan pengalaman mereka sebagai mantan WB dengan HIV. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi para mantan WB dengan HIV dalam proses penerimaannya dan membuka wawasan bagi berbagai lembaga yang menaungi mantan WB maupun orang dengan HIV.
Copyrights © 2021