Visual Art
Vol 2, No 1 (2013)

“IN IGNEM AETERNUM”

Martawinata, Nanda Pratama ( Institut Teknologi Bandung)
Sanjaya, Tisna ( Institut Teknologi Bandung)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2013

Abstract

Pada umumnya, manusia normal memilik otak yang berfungsi untuk berpikir, berimajinasi, menganalisa masalah, dan menghasilkan akal. Rasionalisme adalah kemampuan manusia untuk berpikir secara logika, sedangkan logika bukan merupakan sebuah logika apabila sifatnya tidak nyata. Manusia pantas disebut sebagai makhluk rasional, dikarenakan dalam beradaptasi maupun berkembang, rasionalisme berperan mutlak dalam prosesnya. Hagemoni agama adalah salah satu contoh dimana terdapat konsep ke-Tuhan-an yang bersifat agape atau korporasi-korporasi raksasa yang menjual produknya dengan mencari tujuan absolute profit.Berdasarkan pengamatan penulis, terdapat satu kesamaan yang jelas antara agama dengan korporasi raksasa, yaitu keduanya sama-sama mencari keuntungan melalui penarikkan massa secara komunal demi kepentingan masing-masing. Entah apa alasannya rasionalisme terasa kurang digunakan lagi perannya, padahal manusia sudah jelas adanya sebagai makhluk yang rasional.Berdasarkan pemikiran diatas, penulis berusaha membuat karya ilusi optik maupun formasi impossible yang bersifat satir dan mengkritik namun tidak vulgar menggunakan bahasa simbol. Penulis juga berharap bahwa karya ini dapat menjadi trigger untuk mengajak apresiator menganalisa suatu hal lebih jauh sebelum menerimanya begitu saja serta merangsang persepsi kritis terhadap suatu persoalan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring ...