Craft
Vol 1, No 1 (2012)

EKSPLORASI RAGAM HIAS PAPUA DENGAN TEKNIK CELUP RINTANG

-, Aurora Revianissa ( Program Studi Sarjana Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB)
-, Ratna Panggabean ( Program Studi Sarjana Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB)



Article Info

Publish Date
09 Aug 2012

Abstract

Abstrak Papua merupakan daerah yang masih belum dikenal luas masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia bagian barat. Ragam hias Papua yang diciptakan dengan craftmentship tinggi merupakan suatu  potensi yang menjadi daya tarik pengenalan daerah tersebut. Karena tergerus arus globalisasi dan perubahan kultur kebudayaan yang terjadi di masyarakatnya, Papua mengalami penurunan produksi barang-barang yang mengandung kekayaan  ragam hias Papua sendiri. Dikhawatirkan tanpa adanya pelestarian dan pengenalan ragam hias Papua terhadap dunia luar, ragam hias tersebut akan hilang dimakan waktu. Celup rintang menjadi sebuah solusi baru untuk mengenalkan ragam hias Papua. Celup rintang merupakan teknik mendesain permukaan kain selain ditenun dan usianya cukup tua. Di Indonesia, teknik celup rintang lebih dikenal dengan batik. Namun, batik Indonesia sangat kait eratannya dengan batik keraton dan batik yang berkembang di daerah Pulau Jawa. Eksplorasi ragam hias Papua dengan teknik celup rintang diharapkan dapat menghasilkan tekstil kontemporer dan bercitra visual Papua. Kata Kunci: celup rintang, ragam hias Papua Abstract Papua is a rich province with potential ethnical ornaments to be explored and discovered. This is supported by the fact that Papuas ethnical ornaments are not widely recognized in western Indonesia. It created with the high craftmentship and become one of intersting selling point to make Papua being recognized. Because of globalization and cultural change that occurred in society, Papua decreased production of goods that contain of decorative Papua’s ornaments itself. It is feared that without the introduction of conservation and Papua’s ethnical ornaments to the world, these ornaments will be gone by time. Resist dye is one of solution to introduced Papua’s ornament Resist dye  is an old textile surface design. In principal, this technique is used to block color pigment on a cloth. In Indonesia, this technique is highly affected with Javanese ornaments and used for batik crafting. By using this technique, Papua’s ornaments that generally found on wood and tree barks can be brough into textile as the media. Hopefully these products can make Papua’s ornaments widely known and recognized in Indonesia neither the world.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

CRAFT

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

The Craft section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of craft both as traditional and contemporary artifacts. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from ...