Tenun Rangrang merupakan hasil kebudayaan Seraya Timur, Bali. Karakter utama berupa bolong-bolong yang terbentuk dari benang pakan yang tidak terikat dengan benang lungsi, motif geometris yang tercipta dari permainan struktur serta proses pewarnaan dengan pewarna alam memberikan keunikan tersendiri pada tenun rangrang. Namun, pengrajin tidak menyadari potensi tersebut dan selalu memproduksi kain dengan motif dan komposisi yang sama, sehingga menimbulkan kemonotonan. Buku âBasic Visual Concepts and Principlesâ dan teori warna dari berbagai sumber dijadikan pedoman untuk memberikan desain yang inovatif. Eksplorasi terhadap tenun tersebut dilakukan dengan reka rakit dengan teknik tenun silang polos maupun reka latar dengan teknik sulam tangan.// //
Copyrights © 2013