Ubi jalar pada umumnya diperbanyak dengan menggunakan stek pucuk dan stek batang. Perbanyakan tanaman ubi jalar menggunakan stek secara terus menerus dapat menurunkan hasil dan ketahanan terhadap penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu upaya untuk menghasilkan bibit yang memiliki kualitas baik melalui perbanyakan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi 2,4-D atau glutamin yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan kalus ubi jalar Ayamurasaki. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada bulan Maret sampai Juni 2014. Eksplan yang digunakan adalah daun dari kultur in vitro ubi jalar Ayamurasaki. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D (0 mg/L; 0,4 mg/L; 0,8 mg/L; 1,2 mg/L) dan faktor kedua adalah konsentrasi glutamin (0 mg/L; 50 mg/L; 100 mg/L). Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antara konsentrasi 2,4-D dengan konsentrasi glutamin terhadap bobot basah kalus. Konsentrasi 0,4 mg/L 2,4-D menghasilkan bobot basah paling besar pada ubi jalar kultivar Ayamurasaki secara in vitro yaitu 1,058 gram. Hampir semua perlakuan mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan daun ubi jalar yang ditunjukan oleh pembentukan kalus yang embriogenik.Kata kunci : 2,4-D, glutamin, in vitro, kalus, ubi jalar
Copyrights © 2014