Pertumbuhan jumlah penduduk akan dikaitkan dengan daya dukung ruang dan daya tampungnya. Semakin banyak penduduk maka akan membutuhkan tempat untuk tinggal, pada saat yang bersamaan kita tinggal akan tetap memenuhi syarat hidup dan hal ini diterjemahkan dalam daya dukungnya Hal ini, sangat terkait dengan tata ruang untuk langkah awal dalam mengatur, mengendalikan unsur dinamis tersebut. Topik yang luas ini, diterjemahkan dalam bentuk subtopik yang khusus yakni mencermati kebutuhan lahan pertanian yang sifatnya berkelanjutan sebagai turunan dari daya dukung terhadap kebutuhan dasar manusia dan luas permukiman sebagai turunan dari daya tampungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan lahan pertanian dan permukiman masing-masing wilayah kabupaten DIY dan menganalisis dengan pendekatan keruangan dari sebaran kebutuhan luas lahan pertanian dan permukiman Provinsi DIY. Metode yang digunakan adalah perhitungan kuantitatif menggunakan metode geometrik untuk memprediksikan kebutuhan luas lahan pertanian dan permukiman di Provinsi Yogyakarta hingga tahun 2032 maka, kabupaten yang masih dapat memenuhi kebutuhan akan lahan pertanian seimbang dengan pemenuhan kebutuhan permukiman dan pemenuhan terhadap ruang terbuka hijau pada tahun tersebut adalah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul.
Copyrights © 2021