Mikroalga dapat menyediakan energi terbarukan, termasuk metana, bioetanol, biodiesel dan biohidrogen. Salah satu mikroalga Schizochytrium memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan salinitas, suhu dan cahaya, sehingga budidayanya relatif mudah dibandingkan dengan spesies sensitif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioetanol dari mikroalga Schizochytrium dengan variasi massa ragi Candida tropicalis yang ditambahkan dan waktu fermentasi. Mikroalga Schizochytrium dihidrolisis dengan asam sulfat 1% (v/v) pada suhu 120 °C selama 15 menit (rasio 1:100). Hasil hidrolisis disaring dengan filter fiberglass untuk menghilangkan residu padat, lalu ditambahkan suspensi ragi Candida tropicalis. Variabel yang digunakan adalah perubahan massa ragi 3%; 6%; pH fermentasi 4,5 dan waktu fermentasi 0; 24; 48; 72; dan 96 jam. Hasil analisa menunjukkan kandungan mineral terbesar mikroalga Schizochytrium merupakan Na 11,23% sedangkan yang terendah adalah Cu 0,02%. Kandungan pati 28,34% menunjukkan mikroalga Schizochytrium berpotensi diubah menjadi glukosa kemudian difermentasi oleh Candida tropicalis menjadi bioetanol. Kadar bioetanol paling tinggi dihasilkan pada waktu dua hari (48 jam) sebesar 32% dengan massa ragi Candida tropicalis 6%
Copyrights © 2022