Penelitian ini fokus pada pembicaraan mengenai Pola Komunikasi Badan Narkotika Nasional dalam Melakukan Rehabilitasi Residen Narkoba di Kota Kendari. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola komunikasi Badan Narkotika Nasional dalam melakukan rehabilitasi para residen narkoba di Kota Kendari ? Bagaimana kesulitan yang dihadapi oleh Badan Narkotika Nasional dalam melakukan rehabilitasi para residen narkoba di Kota Kendari ?. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan analisis telaah dokumen, dengan prosedur analisis data : reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display) dan verivikasi data (Conclusion Drawing). Penelitian ini menghasikan temuan : a. Pola komunikasi yang digunakan dalam merehabilitasi residen narkoba adalah mengembangkan interaksi dinamis dalam upaya memunculkan penyadaran, yaitu : 1) Komunikasi satu arah, komunikator berperan aktif sebagai pemberi aksidan komunikan sebagai penerima aksi. 2) Komunikasi dua arah, komunikator dan komunikan dapat berperan sama yakni pemberi aksi dan penerima aksi. 3) Komunikasi banyak arah, komunikasi tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara komunikator dan komunikan tetapi juga dapat melibatkan interaksi dinamis antara unsur-unsur komunikan lainnya. b. Kendala yang dihadapi oleh BNN dalam melakukan rehabilitasi residen Narkoba di Kota Kendari adalah : Pertama, Pecandu ternyata sudah mengalami kondisi setengah gila (dual diagnosis) ataupun sudah mengalami penyakit parah yang perlu penanganan medis khusus. Hal ini dikarenakan pemakaian narkotika yang telah bertahun-tahun dan sudah mengarah menjadi pecandu berat. Kedua, Pecandu belum mau terbuka/sadar bahwa narkotika itu sangat berbahaya. Pecandu takut dijadikan target operasi. Ketiga, Faktor Keluarga.
Copyrights © 2019