Redaksi Majalah Tempo menuai pro dan kontra ketika menerbitkan sampul majalah pada tanggal 16 September 2019. Pasalnya ilustrasi yang ditampilkan merupakan sosok pria menyerupai Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun disandingkan dengan bayangan berhidung panjang yang identik dengan tokoh Pinokio. Menanggapi hal tersebut, sebagian masyarakat yang tergabung dalam kelompok Relawan Jokowi Mania (Jokman) melayangkan laporan kepada Dewan Pers karena ilustrasi tersebut dinilai menghina presiden. Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang mendukung tindakan Majalah Tempo. Pemberian dukungan terhadap Redaktur Tempo juga diperkuat dengan momentum penerbitan majalah yang bertepatan dengan tindakan Jokowi yang justru meloloskan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Melalui analisis semiotika, menarik untuk mengetahui realitas yang ingin dikonstruksikan Redaktur Tempo hingga memicu perdebatan masyarakat. Dengan bersandar pada paradigma konstruktivisme, pengumpulan data tinjauan literatur, serta metode atau pendekatan kualitiatif, penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menganalisis retak teks pada sampul Majalah Tempo. Teori Semiotika Charles Sanders Peirce serta Teori Metafora digunakan sebagai pisau analisis, dan ditemukan bahwa Majalah Tempo terbitan 16 September 2019 pada bagian karikatur atau ilustrasi sampulnya merupakan bentuk kritik masyarakat akan era kepemimpinan Jokowi sebagai presiden yang berhasil memenangkan kontestasi Pilpres selama dua periode tersebut. Pada penelitian ini, disimpulkan bahwa raut wajah merengut Jokowi beserta bayangan hidung Pinokio; secara implisit merupakan wujud metafora dari kekecewaan rakyat akan sosok pemimpin yang telah ingkar terhadap komitmen pemberantasan tindak pidana korupsi.
Copyrights © 2022