Salah satu sumber antropogenik polutan laut berpotensi bahaya berasal dari kosmetika berupa plastik kemasan, microbeaddan beberapa bahan aktif produk perawatan kulit. Menjaga dan melestarikan ekosistem laut dari ancaman polusi yang membahayakan memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat dan menjadi salah satu indikator pembangunan berkelanjutan (SDG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level pengetahuan dan mengukur kesadaran masyarakat terhadap keberadaan produk eco-friendly skincare. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metode kuesioner dan hasil kuesioner diolah secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa para responden telah memiliki pengetahuan yang baik tentang ekosistem laut khususnya terumbu karang serta mendukung keberadaan produk berekolabel. Namun, separuhnya belum mengetahui dampak negatif bahan bahan aktif skincare bagi ekosistem maupun organisme perairan. Aspek kehalalan, khasiat dan keamanan produk bagi kesehatan menjadi dasar utama responden dalam memilih suatu produk kosmetik dan skincare. Aspek pengetahuan tentang keamanan produk bagi lingkungan dan keterjangkauan atau daya saing harga dengan produk non eco-label diketahui mempengaruhi keputusan responden untuk mengutamakan pemilihan produk berekolabel
Copyrights © 2022