Perkembangan musik Sunda modern sangat berkaitan erat dengan keberadaan stasiun radio di Jawa Barat. Pada tahun 1930-an, radio siaran digunakan untuk memromosikan, menyebarkan, dan memomulerkan berba-gai genre musik, termasuk musik Sunda modern. Musik populer dan musik Barat yang menjadi salah satu konten penting yang disiarkan melalui stasiun radio telah menginspirasi dan mendorong musisi Sunda, seperti Menir Moéda dan Soéhji Soébandi, untuk memodernisir musik Sunda. Tulisan ini mem-bahas tentang bagaimana metode dan teknik yang diciptakan dan digunakan kedua musisi Sunda tersebut dalam memodernisir musik Sunda? Apa arti modern bagi kedua musisi tersebut serta bagaimana mereka mewujudkan rasa modernitasnya ke dalam bentuk musik? Penulis menganalisis sumber-sumber tertulis, termasuk informasi yang tercetak dalam piringan hitam dan majalah radio yang diproduksi NIROM dan VORL untuk mendeskripsikan bagaimana program musik yang dibuat dan konten musik yang disiarkan menginspirasi sekaligus memo-mulerkan hasil kreasi kedua musisi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua musisi tersebut mengadopsi elemen-elemen, gaya, teknik, dan metode permainan yang biasa digunakan dalam musik Barat, dan menga-daptasikannya ke dalam musik demi mewujudkan rasa modernitas mereka.
Copyrights © 2019