Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengidentifikasi konstruksi berita tentang FPI versus AKKBB (Aliansi Kebebasan untuk Kerukunan Beragama dan Berkeyakinan) - dalam kasus konflik pelarangan ajaran Ahmadiyah,(2) untuk mengidentifikasi konstruksi media massa terhadap pelaksanaan gerakan pemurnian ajaran agama di negara pluralisme, (3) untuk mengetahui konstruksi pemberitaan media dalam menempatkan hubungan antara negara dan organisasi keagamaan sebagai kekuatan masyarakat sipil untuk mendukung kehidupan yang harmonis orang beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana. Fokus pada berita media tentang FPI atau Insiden Monas di Suara Pembaruan dan Republika dalam periode publikasi antara 02-12 Juni, 2008. Komponen yang diamati mencakup, tematik, skematik, semantik, sintaksis, gaya dan rectories. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, konstruksi berita dari media sangat ditentukan oleh ideologi media tersebut. Suara Pembaruan (bernuansa nilai Kristiani) menekankan bahwa FPI melakukan kekerasan terhadap hak-hak orang dalam melaksanakan kebebasan beragama. Republika (menekankan nilai Islami) menilai bahwa FPI tidak membuat kekerasan tetapi menerapkan praktek pemurnian ajaran Islam. Kedua, praktek pemurnian ajaran agama tidak merupakan tindakan yang salah. Ketiga, negara dinilai sangat tidak tegas dalam melaksanakan fungsinya. Negara tidak memberikan perlindungan yang cukup kepada mereka yang lemah.
Copyrights © 2010