ABSTRACT Seiring dengan berkembangnya lingkungan industri yang semakin kompetitif, maka dibutuhkan suatu manajemen rantai pasokan yang disiplin dimana bertujuan untuk mengoptimalkan ketersediaan produk dari suatu perusahaan. Dengan demikian maka penyeimbangan angka perencanaan, produksi dan persediaan dari produk merupakan hal penting dalam suatu kegiatan usaha. Model optimalisasi ukuran pengadaan dan produksi secara terintegrasi menjadi model yang memberikan hasil optimal untuk semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model rantai pasokan satu produsen dan 3 komponen distributor dengan tujuan meminimalisasi total biaya persediaan (TIC) dan menentukan lamanya waktu satu siklus produksi sehingga produsen dapat memenuhi setiap kebutuhan distributor dan mencapai koordinasi terbaik antara produsen dan distributor sehingga memungkinkan tidak terjadinya keterlambatan pengiriman dan jumlah total biaya persediaan optimal ke masing-masing distributor. Algoritma sederhana digunakan untuk menentukan waktu siklus yang optimal dan total biaya persedian kepada masing-masing distributor. Pada akhir penelitian ini dimunculkan contoh numerik penggunaan model yang telah dibangun berdasarkan data-data studi kasus sebuah industri pupuk sebagai produsen dan 3 komponen distributornya yaitu subsidi, in house dan komersial. Hasil dari contoh numerik yang telah dilakukan menunjukan bahwa distributor yang optimal yaitu subsidi dengan produksi optimal sebanyak 274.773 unit selama 4 hari kerja untuk menjalankan satu siklus produksi. Pemilihan distributor yang optimal ditentukan dari nilai TIC paling rendah dari tiga kali percobaan yang telah dilakukan, yaitu didapatkan nilai TIC n = 1 sebesar $1.905.651. Keywords : Inventory Model, Supply Chain Management, Supply Chain Integrated, Optimal Production
Copyrights © 2021