Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pendekatan saintifik sebagai proses kegiatan pembelajaran belum berfungsi dengan maksimal, sehingga menyebabkan rendahnya ketuntasan yang belum mencapai persentase minimal KKM yang ditentukan oleh sekolah. Dipilih model Problem Solving yang berpotensi untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam meningkatkan kompetensi hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Problem Solving melalui pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas V SD Negeri 12 Buntok Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, siklus I terdiri dari 1 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 1 kali petemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 12 Buntok berjumlah 13 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembelajaran mengacu pada langkah-langkah model Problem Solving yang terdiri atas lima tahapan yaitu mengidentifikasi permasalahan, membatasi permasalahan, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, dan menguji hipotesis dengan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar pada kondisi awal nilai rata-rata siswa yaitu 58 dengan persentase ketuntasan 31%. Pada pembelajaran Siklus I dengan menerapkan model Problem Solving, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 66 dengan persentase ketuntasan 54%. Pada pembelajaran siklus II nilai rata-rata siswa 78 dengan persentase ketuntasan 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar Tema 2, Sub tema 1, Pembelajaran 1. siswa kelas V SD Negeri 12 Buntok.
Copyrights © 2022