Suatu perjanjian merupakan suatu rangkain perkataan yang mengandung janji-janji atau kesanggupan yang diucapkan atau ditulis dari suatu peristiwa hubungan hukum antara satu dengan yang lainnya. Jadi, perjanjian tidak selalu harus dibuat dalam bentuk tertulis akan tetapi dalam bentuk lisan pun diperkenankan, asalkan dibuat dengan kata-kata yang jelas akan maksud dan tujuannya, serta dapat dipahami dan diterima oleh para pihak. Perjanjian ini telah memiliki kekuatan hukum yang mengikat para pihak yang membuatnya, perjanjian jual beli diatur dalam Kitab Undang – Undang Hukum Perdata yaitu Buku III Bab VII.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : “Apakah Pemilik Kebun Telah Memenuhi Kewajibannya Terhadap Pembeli Dalam Perjanjian Jual Beli Durian Di Kecamatan Batang Tarang Kabupaten Sanggau?”. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data dan informasi tentang pelaksanaan jual beli durian antara pemilik kebun durian dengan pembeli durian di Kecamatan Batang Tarang Kabupaten Sanggau; untuk mengungkapkan faktor penyebab pemilik kebun durian belum memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan perjanjian yang telah disepakati; untuk mengungkapkan akibat hukum pemilik kebun durian yang belum memenuhi kewajibannya terhadap pembeli perjanjian yang telah disepakati; dan untuk mengungkapkan upaya pembeli terhadap pemilik kebun durian yang belum memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan perjanjian yang telah disepakati.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan penelitian deskriptif.Hasil penelitian yang dicapai adalah dalam pelaksanaan perjanjian jual beli durian antara pemilik kebun durian dengan pembeli dibuat secara lisan / tidak tertulis. Namun di dalam perjanjian jual beli tersebut pemilik kebun melakukan wanprestasi; bahwa faktor penyebab pemilik kebun tidak memberikan durian sesuai dengan yang telah diperjanjikan adalah produksi dari pohon durian yang menurun dan banyaknya permintaan pembeli yang harus dipenuhi; bahwa akibat hukum wanprestasi yang dilakukan oleh pihak pemilik kebun durian terhadap pembeli adalah pembeli memperoleh keuntungan yang kecil, dan pihak pembeli telah memberikan teguran atau peringatan terhadap pemilik kebun untuk menyediakan dan memberikan durian tersebut sesuai dengan yang telah diperjanjikan sebelumnya, dan telah diberikan jangka waktu selama 1 minggu kedepan untuk memberikan sisa durian tersebut, akan tetapi hal tersebut masih dilanggar; dan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihak pembeli dalam menyelesaikan masalah wanprestasi dalam perjanjian jual beli durian yang dilakukan oleh pemilik kebun durian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah. Kata Kunci : Perjanjian, Prestasi, Somasi.
Copyrights © 2021