Keunggulan 3D printing FDM (Fused Deposition Modelling) yang mampu membuat prototype dengan bentuk kompleks dalam waktu yang singkat menjadikan salah satu proses manufaktur utama dalam perindustrian otomotif, aerospace, bidang kesehatan dan masih banyak lagi. Terlepas dari kelebihan yang dimiliki FDM, proses ini memiliki kekurangan, yaitu kualitas permukaan hasil cetak yang buruk. Salah satu penyebab dari kekurangan ini adalah terjadinya fenomena warping dan cacat permukaan setelah pengambilan produk dari platform. Pada penelitian ini, dilakukan analisa pengaruh platform temperature dan penggunaan raft terhadap fenomena warping yang terjadi pada produk hasil cetak FDM. Variasi parameter cetak yang digunakan adalah platform temperature (non-heated dan 60°C), raft air gap (0,2 dan 0,4 mm), dan raft top layer (1, 2, dan 3 buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan platform temperature mempengaruhi fenomena warping yang sering terjadi pada produk cetak FDM dan penggunaan raft dapat meminimalisir cacat permukaan ketika pengambilan produk dari platform FDM. Parameter cetak optimal dengan produk cetak yang sempurna dihasilkan saat penggunaaan platform temperature 60°C, raft air gap 0,4 mm, dan 1 raft top layer.
Copyrights © 2022