Indonesia merupakan negara produser limbah plastik terbesar kedua di dunia setelah Negara China. Pada tahun 2010, total limbah plastik yang tidak terolah sebesar 3.22 juta kubikton/tahun yang memicu terbentuknya mikroplastik di lingkungan salahsatunya di perairan Hilir Bengawan Solo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan di Hilir Bengawan Solo. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive rundom di lima lokasi lalu dibedah untuk mendapatkan saluran pencernaannya. Preparasi saluran pencernaan menggunakan campuran H2O2 30% dan H2SO4 30% sebanyak 20mL dengan perbandingan 1:3 lalu diflotasi menggunakan NaCl 1% kemudian diidentifikasi menggunakan Mikroskop Stereo. Hasil kajian menunjukkan bahwa ditemukan partikel mikroplastik pada semua sampel ikan. Jenis mikroplastik yang didapatkan ada 3 jenis yaitu fiber, film dan fragmen dengan kelimpahan sebesar 8,2 partikel/ikan. Dengan adanya temuan ini maka perlu tindak lanjut penelitian terkait kadar maksimal mikroplastik pada manusia.
Copyrights © 2021