Anemia selama kehamilan adalah masalah kesehatan masyarakat utama secara global dengan berbagai faktor risiko antara lain usia ibu dan status gizi. Selama kehamilan masalah gizi sangat berdampak pada ibu dan janin, sehingga sangat diperlukan perhatian khusus. Pola makan yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan ibu hamil kekurangan gizi yang akan berdampak terjadi anemia. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia dari tahun 2013 sampai tahun 2018 masih mengalami peningkatan signifikan. Untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tinggede. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggede, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah 151 orang, dengan besar sampel sebanyak 61 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Instrumen penelitian adalah data rekam medis ibu hamil yang melakukan kunjungan di Puskesmas Tinggede. Analisis univariat, bivariat dengan chi square dan koefisien determinan. Hasil menunjukan tidak ada hubungan usia ibu dengan kejadian anemia P-value (0.613>0.05) dan terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia dengan P-value (0.012<0.05), dengan OR sebesar 6.500 dengan 95% CI pada 1.316-32.097. Selain itu, status gizi memberikan kontribusi sebesar 30.6% dalam mempengaruhi terjadinya kejadian anemia. Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia, dimana ibu hamil dengan status gizi baik cenderung berisiko tidak anemia sebanyak 6.500 kali dibandingkan status gizi kurang.
Copyrights © 2019