Segala aktivitas yang dilakukan di dalam pembelajaran hendaknya dapat dievaluasimelalui instrumen yang tepat. Berdasarkan survei di lapangan terdapat fenomena anakpintar dengan karakter yang tidak peduli dengan sekitarnya, kemudian ada anak yangberani berbuat apa saja demi mendapatkan nilai terbaik menjadi tren modern di sekolahsaat ini. Permasalahan tersebut berkaitan tentang watak perilaku yang menjadi bagiandari ranah afektif. Maka, diperlukan instrumen non tes untuk membantu guru dalammempertimbangkan dan memutuskan penilaian pada ranah tersebut. Tujuan pengabdianini melatih dan memahamkan pentingnya instrumen non tes kepada guru-guru SekolahDasar di SD N Prawit I No.69 sehingga guru-guru dapat menggunakan instrumentersebut sebagai evaluasi pada ranah afektif. Metode pelaksanaan program ini dilakukandengan metode pendekatan: a) partisipatif, b) penyadaran, c) pembelajaran (teori danpraktek), dan d) pendampingan. Sedangkan, mekanisme pelaksanaan pengabdian yaitupersiapan dan pelaksanaan pelatihan yang meliputi: a) penyajian materi, b) penugasanmembuat instrumen non tes, c) evaluasi kegiatan (pre test dan post test), refleksi sertapenutupan kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan sebesar 6,7 % yangdidapatkan dari nilai rata-rata pre-test 55,6 dan post test 62,2. Peningkatan ini disertaitanggapan yang positif dan permintaan untuk keberlanjutan program pengabdian kepadamasyarakat.Kata kunci: pelatihan, instrumen non tes, afektif
Copyrights © 2018