Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Jaminan Kesehatan Nasioanal (JKN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Permasalahan yang terjadi adalah masih banyak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fenomena ini diindikasikan mengenai sosialisasi yang dilakukan oleh pihak BPJS Kabupaten Sambas khususnya bagi peserta non PBI (Penerima Bantuan Iuran) atau mandiri di Kecamatan Sejangkung dinilai masih kurang optimal, sehingga banyak masyarakat tidak mendaftar di BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Edward III yaitu faktor yang mempengaruhi implementasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi implementasi diantaranya, komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi mengenai program JKN oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas.. Hasil dari penelitian ini ada empat faktor yang mempengaruhi implementasi JKN yaitu Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih belum efektif karena sosialisasi yang dilakukan hanya di satu tempat yaitu kantor camat Sejangkung, dan hanya melibatkan sebagian kecil masyarakat. Variabel sumber daya yang mempengaruhi program ini kurang memadai, terutama sumber daya tenaga dan keuangan. Disposisi merupakan karakter ataupun watak yang dimiliki oleh implementor yaitu BPJS Kabupaten Sambas. BPJS Kabupaten Sambas dalam pembagian tugas telah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedure). Saran dari penelitian ini adalah perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Kata-kata Kunci : Implementasi, Program Jaminan Sosial, Sosialisasi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Copyrights © 2016