Penelitian ini bertujuan membahas tentang penafsiran ulangdari makna khalīfatullāh fī al-ardh dalam al-Qur‟an melaluiteori ekoteologi supaya mendapatkan pemahaman yang lebihkomprehensif. Penelitian ini menggunakan metode penelitiankualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka, untukmenginterpretasikan ayat-ayat al-Qur‟an dengan pendekatantafsir tematik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islammemandang manusia makna khalīfatullāh fī al-ardh dari duaarah, yaitu sebagai wakil Tuhan yang cenderung agresif-aktif,dan sekaligus hamba Tuhan yang pasif dalam arti yangsebenarnya. Ada tiga prinsip yang ditemukan dalam teoriekoteologi Islam berkaitan dengan makna khalīfatullāh fī alardh, yaitu: pertama, prinsip tauhid (unity of all creation).Cara pandang yang berbasis tauhid melihat segala sesuatudalam alam ini bersumber dari Allah dan akan kembali kepadaAllah, bahkan semuanya mengelilingi Allah. Kedua, prinsipamanah-khalīfah (trustworthiness-moral). Bahwa alam inibukanlah milik manusia. Kepemilihan manusia hanyalahbersifat amanah, titipan yang pada saatnya nanti harusdikembalikan dengan pertanggungjawaban terhadap pemilikNya dan prinsip ākhirah (responsibility). Keyakinan akanadanya hari pembalasan memunculkan konsep bahwa semuatindakan di dunia ini memiliki konsekuensi di akhirat
Copyrights © 2021