Riddo Andini
STIT Syekh Burhanuddin Pariaman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Makna Khalīfatullāh fī al-Ardh dalam alQur’an Sebuah Tawaran dari Teori Ekoteologi Islam Studi Tafsir Tematik Riddo Andini
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.251 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas tentang penafsiran ulangdari makna khalīfatullāh fī al-ardh dalam al-Qur‟an melaluiteori ekoteologi supaya mendapatkan pemahaman yang lebihkomprehensif. Penelitian ini menggunakan metode penelitiankualitatif yang dilakukan dengan studi pustaka, untukmenginterpretasikan ayat-ayat al-Qur‟an dengan pendekatantafsir tematik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islammemandang manusia makna khalīfatullāh fī al-ardh dari duaarah, yaitu sebagai wakil Tuhan yang cenderung agresif-aktif,dan sekaligus hamba Tuhan yang pasif dalam arti yangsebenarnya. Ada tiga prinsip yang ditemukan dalam teoriekoteologi Islam berkaitan dengan makna khalīfatullāh fī alardh, yaitu: pertama, prinsip tauhid (unity of all creation).Cara pandang yang berbasis tauhid melihat segala sesuatudalam alam ini bersumber dari Allah dan akan kembali kepadaAllah, bahkan semuanya mengelilingi Allah. Kedua, prinsipamanah-khalīfah (trustworthiness-moral). Bahwa alam inibukanlah milik manusia. Kepemilihan manusia hanyalahbersifat amanah, titipan yang pada saatnya nanti harusdikembalikan dengan pertanggungjawaban terhadap pemilikNya dan prinsip ākhirah (responsibility). Keyakinan akanadanya hari pembalasan memunculkan konsep bahwa semuatindakan di dunia ini memiliki konsekuensi di akhirat
PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM AL-QUR’AN Riddo Andini
Mau'izhah Vol 12 No 1 (2022): Vol XI No 1 (2022): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55936/mauizhah.v12i1.90

Abstract

Tulisan dengan kajian filosofis ini bermaksud mengungkap ide dan konsep yang terkandung dalam pendidikan berbasis masyarakat. Apa dan bagaimana pendidikan berbasis masyarakat dalam Islam? Apa dan bagaimana pendidikan berbasis masyarakat dalam al-Qur’an? Dan apa isyarat-isyarat al-Qur’an tentang dimensi pendidikan berbasis masyarakat? Pendidikan berbasis masyarakat dalam al-Qur’an mengusung community based eduhumanis teosentris, yaitu pendidikan dari masyarakat untuk masyarakat yang humanis teosentris. Pendidikan berbasis masyarakat yang humanis teosentris terlihat dalam beberapa dimensi, yaitu: dimensi ruhaniyah, dimensi humanis religious dan dimensi psikologis spiritual. Dimensi ruhaniyah pada pendidikan berbasis masyarakat terlihat pada pengembangan nilai-nilai ilahiyah, ibadah, kekhalifahan dan dakwah dalam pendidikan berbasis masyarakat. Dimensi humanis religious dapat dilihat pada pengembangan nilai kemanusiaan teosentris yang disebut juga dengan nilai dakwah, nilai kerahmatan, nilai keadilan dan amanah. Selanjutnya dimensi psikologis spiritual pada pendidikan berbasis masyaraka dengan cara mengoptimalkan multi fitrah manusia berdasarkan fase perkembangan dan tugas perkembangan yang diatur oleh Allah dan Rasul. Penelitian ini berbeda dengan pendapat Can Cleve Morris (1990 M), John Dewey (1952 M) dan Ivan Illich (2002 M) yang menganggap bahwa pendidikan berbasis masyarakat bersumber dari manusia dan alam semesta dengan tujuan humanis matrialistik. Memiliki kesamaan dengan mufasir, seperti al-Qurthubi, Ibn Katsir yang berpandangan bahwa pendidikan berbasis masyarakat bukan hanya pendidikan yang dilakukan oleh masyarakat, tetapi ada keterlibatan Allah dalam proses pendidikan tersebut