Pendidikan Islam menempatkan posisi manusia secara proporsional. Islam menyerukan adanya persamaan dan peluang yang sama dalam belajar. Pendidikan diyakini Kartini memberikan kemampuan kepada seseorang untk perpikir rasional dan objektif. Kartini menaruh harapan untuk kemajuan perempuan, untuk merombak kultur feodal-patriarkal yang selama berabad-abad membelenggu kaum perempuan di mana kaum perempuan hanya dibatasi pada sektor domestik, antara dapur, sumur dan kasur. Kartini berusaha menyuntiknya dengan pendidikan yang sama dengan laki-laki.Setiap manusia laki-laki maupun perempuan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama sebagai hamba allah, khalifah dibumi, menerima primordial, dan berpotensi meraih potensi. Oleh sebab itu marginalisasi, subordinasi, stereotype, kekerasan, pembagian kerja secara seksual, kesemuanya harus dihapuskan di dunia pendidikan. Pendidikan perempuan dilakankan pertama kali sebagai usaha pembangunan kepribadian anak bangsa. Pendidikan diarahkan kepada pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. Seluruh rakyat harus dapat menerima pendidikan secara sama. Pemikiran Kartini al-ummu madrasatun, relevan dengan Konsep Feminisme karena setiap mahluk berhak meraih prestasi. Pendidikan dan pengajaran bagi perempuan relevan dengan konsep feminisme yaitu pengembangan potensi peserta didik melalui proses pendidikan yang mengantar peserta didik menjadi hamba Allah dan khalifah di bumi, serta pendidikan tanpa diskriminasi Kartini relevan dengan konsep Feminisme karena tidak mentolerir segala bentuk penindasan.
Copyrights © 2018